Detail Berita

Rapat Virtual Evaluasi PPKM Mikro di 18 Kecamatan bersama Forkopimca, Camat dan Kepala Puskesmas di pimpin langsung oleh Bupati Mojokerto (Ikfina Fahmawati)

16 June 2021 16:14 Admin Kecamatan Pungging Berita

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Didik Chusnul Yakin Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, memimpin rapat virtual evaluasi PPKM Mikro di 18 kecamatan bersama Forkopimca, camat dan kepala puskesmas, Rabu (16/6) sore di ruang rapat SBK. 

Rapat diawali laporan perwakilan Dinas Kesehatan terkait update Covid-19 di Kabupaten Mojokerto dalam 14 hari terakhir

BOR kapasitas isolasi covid, dilaporkan tertinggi ada di RSUD RA Basoeni yakni dari 62 bed, kini terpakai 46. RSUD Prof. dr. Soekandar ada 113, sisa masih banyak karena baru terpakai sedikit. BOR ICU covid terbatas. Sakinah 3 terpakai 2, soekdandar terpakai semuq, sidowaras ada 1 sudah terpakai. 

Lab PCR (Labkesda Jabon), datanya selalu dilaporkan ke Pemprov. Jumlah tes PCR 43 ribu dengan hasil negatif 34 ribu dan 8.052 positif. Ini karena spesimen juga berasal dari berbagai daerah seperti Madiun dan Surabaya (all record). Sedangkan untuk spesimen warga Mojokerto (1 bulan terakhir), ada 11 orang dari jumlah 4.564 sampel, dengan hasil positif 510, dan negatif 5.044. 

Rasio bergejala lebih banyak daripada yang tidak bergejala. Kematian jauh lebih rendah dari nasional. Tracer puskesmas terus dimaksimalkan dengan lebih menyebar. Tidak hanya keluarga yang kontak erat, namun menyasar juga hingga ke riwayat perjalanan. Jumlahnya minimal 15 kontak erat dari satu kasus. 

Kabupaten Mojokerto saat ini zona oranye. Namun dengan rumus perhitunhan Dinkes, Kabupaten Mojokerto seharusnya masih di zona kuning dengan nilai 2,45. Dinkes sudah konsultasi ke Pemprov, namun belum ada jawaban. 

Semua kecamatan saat ini masih zona kuning jika berdasar zonasi PPKM Mikro, kecuali Kecamatan Kutorejo yang berubah jadi oranye setelah terkonfitmasi ada 3 orang positif semalam. 

Rekap data untuk pekerja migran Indonesia (PMI), tercatat ada 19 orang yakni dari Cendoro Kecamatan Dawarblandong. Sekarang sedang dalam proses jemput.

Terkait vaksinasi, sisa vaksin saat ini sejumlah 2.484 vial. Kita sedang persiapkan dosis ke dua. 

Laporan Kepala DPMP terkait analisa dan evaluasi perkembangan PPKM mikro

Jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Mojokerto (data tanggal 15 Juni) adalah 2.527 dengan hasil positif covid 56 orang. 

Ada kenaikan zona kuning dari awal PPKM mikro, namun masih terkendali. Namun semua harus tetap waspada. Kecamatan dan desa harus optimal dalam PPKM Mikro. 

Di Kabupaten Mojokerto, semua desa dan kelurahan sudah buat SK Kades tentang tim petugas posko PPKM mikro. Sesuai surat edaran Dirjen Keuangan, DD dapat digunakan 8 persen untuk penanggulangan covid. Saat ini, semua desa sudah menganggarkan.  Camat agar memantau penggunaannya. 

Arahan Bupati Mojokerto

Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim pada rapat virtual semalam mengatakan bahwa angka covid akan berdampak pada sektor ekonomi. Hal ini sama seperti di India yang ekonominya turun sampai -25%. Maka, sebelum status covid dicabut, harus benar-benar memperhatikan prokes.

Wilayah Kota Mojokerto mengalami kenaikan dimana dalam satu gang ada 32 positif covid dan 1 meninggal. Kita patut waspada karena masih dalam lingkup wilayah yang berdekatan. 

Meski per tanggal 15 Juni pukul 16.00, zona Kabupaten Mojokerto  berwarna oranye menurut Pemprov namun masih kuning berdasar PPKM mikro, ini tetap harus jadi kewaspadaan. Karena angka akan terus fluktuatif. 

Kasus aktif terbanyak di Jawa Timur saat ini ada di Bangkalan, Madiun, Surabaya, Magetan, Banyunwangi, Blitar, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Pacitan. 

Alur komando dan koordinasi posko PPKM mikro, dimulai dengan kesiagaan posko kecamatan dan desa bentuk posko, lakukan supervisi, laporkan secara resmi, koordinasi dengan TNI/Polri, babinsa dan babinkamtibmas. 

Menurut Imendagri 13/2021 (PPKM Mikro tanggal 15-21 Juni) Zona hijau adalah dengan indikator tidak ada kasus dalam satu RT. Pengendaliannya dilakukan dengan surveilans aktif, testing seluruh suspek, memantau secata rutin dan berkala. Orang-orang dengan mobilitas tinggi, atau yang beraktivitas dengan kerumunan harus diperhatikan meskipun tidak bergejala. 

Zona kuning kriterianya adalah ada kasus pada 1-2 rumah dalam 1 RT pada 7 hari terkahir. Pengendaliannya yakni dengan menemukan suspek dan melacak kontak erat. Lacak setidaknya orang-orang dalam 7 hari terakhir bahkan 14 hari terakhir kalau ekstrim. Isolasi mandiri dan suspek, harus dengan pengawasan ketat. Jika tidak patuh pada isolasi mandiri, bawa ke isolasi puskesmas yakni ke Gondang dan Dawarblandong. 

Untuk zona oranye kriterianya ada kasus pada 3-5 rumah dalam 1 RT. Pengendaliannya hampir sama dengan dua warna zona sebelumnya. Begitupun juga dengan zona merah (lebih dari 5 rumah), namun dengan konsekuensi rumah ibadah terpaksa ditutup, tempat umum, tempat bermain anak, kecuali yang esensial. Larang kerumunan, batasu keluar masuk RT, kegiatan sosial memicu kerumaunan juga dilarang.

Ketentuan PPKM Kabupaten diatur dengan pembatasan aktivitas perkantoran (kuning dan oranye melakukan WFH 50% dan WFO 50%). Kegiatan belajar mengajar pada dua zona ini harus mengikuti petunjuk Kemendik. Sektor esensial dapat beroperasi 100 persen dengan prokes, restoran dibatasi 50%, pusat perbelanjaan/mall batas maks pukul 21.00, tempat ibadah dibatasi 50%, begitu juga fasum dan kegiatan sosial budaya pemicu kerumunan dibatasi 25%.

Menurut arahan Pangdam V/Brawijaya, kita harus melakukan pengawasn intensif (hajatan kawin sunatan dan sejenisnya, giat agama, arisan dll). Konsumsi tidak boleh prasmanan. Camat harus koordinasi hal ini. 

Evakuasi pasien covid harus dilakukan oleh fasilitas ambulance, tidak boleh diantar oleh keluarga guna menghindari klaster keluarga. Libatkan tomas, toda, toga, relawan, komunitas juga dunia usaha.

Konsolidasi dan evaluasi ppkm mikro dengan pelibatan seluruh unsur di desa. Perketat perizinan serta penerapan prokes terhadap giat yang berpotensi memicu kerumuan. Untuk pencegahan pada libur 2021, terus sosialisasikan PPKM mikro, gencarkan 3T dan 5M, antisipasi kerumuan, batasi dan ketatkan kegiayan masyarakat. 

Lakukan ini semua sebagai darma bakti. Meski bekerja keras di masa pandemi, jangan takut karena kerja kita semua akan mendapat imbalan di mata Allah SWT.