Detail Berita

Rapat Penanganan Covid-19 Di 3 Wilayah Yakni Kec. Ngoro, Kec. Pungging, dan Kec. Mojosari

22 June 2021 08:13 Admin Kecamatan Pungging Berita

Sebagai tindak lanjut evaluasi PPKM Mikro, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memimpin rapat penanganan Covid-19 di tiga wilayah yakni Kecamatan Ngoro, Pungging dan Mojosari. Rapat dihadiri langsung secara estafet oleh Bupati Ikfina Fahmawati didampingi OPD terkait, di masing-masing kantor kecamatan tersebut, Senin (21/5) siang. 

Arahan bupati pada rapat evaluasi PPKM Mikro di tiga kantor kecamatan

-Persediaan tempat tidur rawat inap baik puskesmas dan RSUD sudah tidak memungkinkan. Begitu juga dengan RS swasta yakni RS Sakinah, RS Mawadah, RS Sidowaras juga hampir penuh. 

-Tingkat penularan kita di ada di tingkat satu. Artinya satu orang menulari satu orang. Kita tidak tingkat ini menjadi deret ukur. Misalnya dua orang menularkan pada empat orang, dst. 

-Seminggu lalu waktu evaluasi, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto ada 55 orang. Namun sekarang sampai dengan hari ini, sudah bertambah menjadi 169 orang atau terjadi peningkatan 3x lipat. 

-Saya minta agar tracing dicermati dan terus dilakukan. Prokes harus benar-benar dilakukan dan disosialisasikan. Tetap yang nomor satu adalah bermasker. 

-Hari ini saya menjumpai kerumunan ibu dan anak tanpa bermasker. Langsung kita koordinasikan dengan satgas untuk membubarkan. Saya menerima laporan, ternyata kerumunan tersebut adalah acara wisuda TK. Tercatat ada 70 org, dengan 140 orang anak-anak sehingga tidak sesuai prokes. Saya mohon ini diperhatikan bersama. Jangan sampai terjadi acara serupa yang memicu kerumunan. 

-Saat ini ada 4 laboratorium untuk diagnosa Covid-19 dengan metode swab PCR yakni Labkesda Jabon, Lab RSI Sakinah, Lab RS Gatoel dan Lab RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Dari hasil 4 laboratorium tersebut, setiap hari laporannya akan kami sampaikan ke kecamatan, puskesmas masing-masing hingga desa, agar segera melakukan tracing. Jika ada warga yang positif, agar cepat didata untuk tracing. Dari tracing tersebut, pasti ada yang reaktif dari hasil test rapid antibodi. Meski tidak bergejala, yang reaktif tersebut harus isolasi mandiri dengan pengawasan ketat satgas covid-19 desa. 

-Tingkat capaian vakinasi lansia kita masih terbatas. OTG dikhawatirkan menularkan kepada orang-orang rentan termasuk lansia ini. Inilah pentingnya isolasi agar carrier (pembawa) tidak menularkan kemana-mana terutama bagi yang komorbid dan belum mendapat kekebalan Covid-19 dari vaksinasi. 

-Awasi orang-orang yang keluar masuk desa. Sebab gelombang dua ini berbarengan dengan kepulangan PMI (Kabupaten Mojokerto ada 19 orang). Meski tidak terlalu banyak, namun kita tetap harus waspada apalagi jika dekat dengan daerah industri yang banyak didatangi orang luar daerah. 

-Kita tidak ingin  kalau kita tidak mampu mengendalikan gelombang ke-dua Covid-19. Saya mohon masyarakat terus ingat prokes, terutama bermasker sebagai yang utama. 

-ICU kita sudah full. Jika ada warga yang membutuhkan, kita akan kerjasama dengan daerah lain. Kita pun telah menambah lagi ruang isolasi di puskesmas yakni Puri dan Kupang. Karena Puskesmas isolasi di Gondang sudah full. 

-Kita punya 4 lab test swab PCR sebagai satu2nya metode Setiap hari kami minta data. Data ini langsung di breakdwon pada masing2 puskesmas dan camat untuk tracing. Teman2 puskesmas akan langsung testing. 

-Jika reaktif tanpa gejala, bisa isolasi mandiri di rumah dengan syarat ketat (harus ada kamar mandi pribadi yang tidak campur dengan anggota keluarga sehat), serta dikawal dengan pengawasan ketat tim satgas. Jika rumah tidak memungkinkan syarat tersebut, isolasi lebih baik dilakukan pihak desa. 

-PMI yang tidak melewati pemeriksaan kedatangan luar negeri di bandara, harus diwaspadai. Misal dari Singapura, naik kapal ke Batam, lalu masuk ke Jawa. 

-Model PPKM mikro sebenarnya cukup menguntungkan untuk tetap menjalankan perekonomian. Sebab yang dihitung adalah jumlah rumah, bukan cacah jiwa. Meski dalam satu rumah ada 10 orang positif, tetap disebut zona kuning, bukan merah. 

-Semua kegiatan harus berizin (paling bawah harus Satgas Covid-19 tingkat kecamatan). Aturan kapasitas jangan sampai dilanggar. Perlu komitmen semua agar pandemi ini segera terkendali. 

-Terkait vaksin, baik Pemprov maupun Pemda tidak ada kewenangan membeli vaksin. Semua droping langsung dari pusat. Pemda hanya dibebani biaya operasional yakni untuk biaya nakes dan transportasi khusus vaksin. Vaksinasi sudah kita berikan kepada nakes, tenaga pelayanan publik (proses berjalan) dan lansia dengan komorbid dan risiko tinggi. Sedangkan bentuk ke dua yakni vaksin gotong royong. Vaksin ini dibeli secara mandiri oleh perusahaan-perusahaan besar kepada para karyawannya. Nilai vaksin ini adalah Rp850 ribu per orang. 

Rapat ini dihadiri camat, forkopimca dan seluruh kepala desa tiga wilayah yakni Kecamatan Ngoro (17 desa), Pungging (18 desa) dan Mojosari (14 desa dan 5 kelurahan).