Detail Berita

Rapat Evaluasi PPKM Darurat Bersama Camat se-Kabupaten Mojokerto

19 July 2021 10:48 Admin Kecamatan Pungging Berita

Rapat evaluasi PPKM darurat bersama camat se-Kabupaten Mojokerto, Jumat (16/7) pagi secara virtual dipimpin Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Adapun beberapa arahan yang disampaikan antara lain: 

-Terkait keterlibatan desa dalam PPKM daruat ini, mohon untuk selalu ada report. Satgas desa tidak boleh kendor dan jadi bagian. 

-Proses perubahan anggaran (dana desa) harus dilakukan dengan seksama. Pendampingan sudah dilakukan oleh DPMD kepada pendamping desa. Contoh kemarin, Desa Randubango minta bantuan untuk penyemprotan disinfektan. Mestinya, penyemprotan bisa dilakukan mandiri oleh desa dengan dana tersebut. Penyemprotan seharusnya spesifik pada titik-titik yang diduga menjadi penyebaran saja. 

-Desa Sooko membuat permintaan mobil ambulance. Namun, Pemkab tidak bisa mengadakan begitu saja pengadaan barangnya tanpa proses perencanaan, meskipun situasinya memang seperti ini. 

-Kasus suspect di kabupaten lebih banyak. Oksigen tabung sangat susah. Jadi kita harus beri tekananan pada masyarakat, untuk melindungi diri dari covid. Masyarakat masih banyak yang melakukan mobilitas yang tidak perlu dan tidak patuh bermasker. 

Mutasi covid sangat luar biasa. Seseorang bisa tertular tidak hanya pada satu jenis mutasi, bahkan lebih. Covid ketika menginfeksi seseorang, virus ini tidak konsisten. Artinya ada yang memicu gejala, ada yang tidak menimbulkan gejala bahkan hanya satu gejala (anosmia). Pada seluruh camat melalui kades masing-masing, PPKM darurat harus bisa menekan mobilitas warga minimal 30%. Sedangkan dari catatan, penurunan mobilitas di Kabupaten Mojokerto bahkan masih 18% saja. Pilihan saat ini hanya sehat atau sakit, hidup atau mati. Nakes sudah kelelahan. Padahal angka positif covid kabupaten masih naik terus.

-Terkait kelangkaan oksigen, kami sudah koordinasi dengan Pemprov. Namun keadaan saat ini memang begini. Maka dari itu, saya minta desa-desa menekan masyarakat untuk menjaga dirinya masing-masing dalam menaati PPKM darurat. Tujuan utama PPKM saat ini adalah menurunkan mobilisasi. 

-Untuk ambulance, akan segera dikoordinasikan dengan tim reaksi cepat yang akan mendata. Kami instruksikan untuk membuat on call 24 jam melalui kerjasama dengan BPBD. Semua pasien harus termonitor baik yang isoman di rumah, di desa maupun puskesmas. 

-Faktor utama yang membuat seseorang bertahan dengan keadaan positif covid adalah karena faktor psikis. Ada kasus nakes tidak bertemu anaknya 10 hari karena terus di rumah sakit, ternyata karena kepikiran keluarga. 

-Pengobatan tidak cukup dengan tindakan medis. Obat antibiotik tidak dapat mengobati, bahkan mematikan flora alami tubuh. Maka dari itu, penyembuhan harus holistik dan secara psikis. Ketika kasus belum turun, berarti banyak OTG di luaran sana. Tiap hari pertambahan kasus di kabupaten mencapai 100 (hasil PCR positif), tidak termasuk antigen/rapid positif dan OTG. 

Camat Sooko

-Terkait refocusing DD di desa se-Kecamatan Sooko, ada 10 desa yang melaksanakan itu, dan 5 desa tidak melakukan. Terkait penggunaan, sudah dilakukan supervisi (terkait posko desa) terutama jumlah bed dan tabung oksigen yang langka. Kami sarankan di Posko desa harus ada tabung oksigen. Kejadian di lapangan, ambulance puskesmas tidak ada, begitupun di desa juga tidak ada, sehingga pakai mobil pribadi. Kami mohon bantuan dengan instansti terkait, karena kami kewalahan. Apalagi ada kasus warga tidak mau isolasi di desa, padahal fasilitas isoman di rumah pribadi yang bersangkutan, kurang memenuhi standar. Desa Sooko memiliki 17 bed (eks Kantor PWRI) dengan DD yang bisa dimaksimalkan. Sementara yang dibutuhkan saat ini adalah ambulance dan tabung oksigen.
Rapat evaluasi dihadiri Plt. Assisten I, Kabag Administrasi Pemerintahan dan Camat se kabupaten mojokerto.