Detail Berita

Peresmian Ruang Digital Center Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Mojokerto

22 June 2021 07:56 Admin Kecamatan Pungging Berita

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, meresmikan ruang digital center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto yang bekerjasama dengan PT. Indosat Ooredoo, Senin (21/6) pagi.

Kerjasama juga meliputi MoU uji coba jaringan Internet of Things (IoT) untuk kota cerdas. MoU dilakukan secara virtual oleh Priagung Utomo SVP Head of Enterprise Solution PT. Indosat Ooredoo, dan secara langsung oleh Bupati Ikfina Fahmawati didampingi Assisten dan segenap OPD yang hadir. 

Pintu masuk ruang digital center Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini, dirancang dengan perangkat thermalface detection (pemeriksa suhu badan & penggunaan masker), guna menyesuaikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Pada desk front officer, turut dilengkapi dengan daftar e-buku tamu untuk registrasi serta melihat agenda Pemda. Ruang control room monitoring, melengkapi ruang digital center dengan fasilitas mampu memantau kegiatan Pemerintah melalui berbagai aplikasi mulai dari dashboard dan aplikasi lainnya. Selain itu, tersedia War Room yang difungsikan sebagai satu ruang melakukan adu gagasan, diskusi, pengambilan keputusan, serta sarana penunjang call center 112. Kenyamanan juga diberikan dengan adanya fasilitas mini barista, untuk coffee break. 

Priagung Utomo SVP Head of Enterprise Solution PT. Indosat Ooredoo, secara virtual mengatakan bahwa kerjasama ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan  transformasi digital yang berkelanjutan. 

"Jadi, IoT ini juga mencakup uji coba smart government, smart economy, smart environment, smart people dan smart mobility," jelas Priagung Utomo. 

Bupati Ikfina Fahmawati pada arahannya, menyebut era digitalisasi menjadi sebuah keharusan. Bupati juga menginstruksikan agar semua proses SPBE bisa dirampungkan akhir tahun ini. 

"SPBE terus kita maksimalkan untuk pelayanan prima. Ini adalah tuntutan Pemerintah Pusat khususnya Kemenpan-RB, tentunya juga tuntutan seluruh masyarakat. Era Industri 4.0 membuat digitalisasi menjadi sebuah keharusan. Jika tidak digital, kita akan tertinggal. Sistem digital harus dikuasai dan dikembangkan. Indeks SPBE kita terkahir adalah 1,55. Ini nilai yang hatus kita perbaiki. Satu instansi saja tidak cukup, tapi harus kerjasama. Semua OPD termasuk kecamatan dan desa juga harus terlibat aktif. Digitalisasi SPBE harus selesai akhir tahun ini. Digitalisasi membuat kita lebih terbantu dalam efisiensi waktu, tenaga, biaya, wireless dan touchless (tanpa sentuhan) mengingat pandemi Covid-19," kata bupati.