Detail Berita

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati Memimpin Rapat Virtual Membahas Perkembangan Covid-19

22 June 2021 08:23 Admin Kecamatan Pungging Berita

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Didik Chusnul Yakin Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, memimpin rapat virtual membahas perkembangan Covid-19 dengan berbagai instruksi. Rapat ini diikuti Kecamatan Sooko, Trowulan, Dlanggu, Bangsal, Mojoanyar dan Puri, Senin (21/6) sore. Sama seperti rapat di tiga kecamatan pada siang hari (Ngoro, Pungging, Mojosari), bupati juga menegaskan beberapa hal penting. Antara lain:

-Persediaan tempat tidur rawat inap baik puskesmas dan RSUD sudah tidak memungkinkan. Begitu juga dengan RS swasta yakni RS Sakinah, RS Mawadah, RS Sidowaras juga hampir penuh. 

-Tingkat penularan kita di ada di tingkat satu. Artinya satu orang menulari satu orang. Kita tidak tingkat ini menjadi deret ukur. Misalnya dua orang menularkan pada empat orang, dst. 

-Seminggu lalu waktu evaluasi, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto ada 55 orang. Namun sekarang sampai dengan hari ini, sudah bertambah menjadi 169 orang atau terjadi peningkatan 3x lipat. 

-Saya minta agar tracing dicermati dan terus dilakukan. Prokes harus benar-benar dilakukan dan disosialisasikan. Tetap yang nomor satu adalah bermasker. 

-Saat ini ada 4 laboratorium untuk diagnosa Covid-19 dengan metode swab PCR yakni Labkesda Jabon, Lab RSI Sakinah, Lab RS Gatoel dan Lab RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Dari hasil 4 laboratorium tersebut, setiap hari laporannya akan kami sampaikan ke kecamatan, puskesmas masing-masing hingga desa, agar segera melakukan tracing. Jika ada warga yang positif, agar cepat didata untuk tracing. Dari tracing tersebut, pasti ada yang reaktif dari hasil test rapid antibodi. Meski tidak bergejala, yang reaktif tersebut harus isolasi mandiri dengan pengawasan ketat satgas covid-19 desa. 

-Awasi orang-orang yang keluar masuk desa. Sebab gelombang dua ini berbarengan dengan kepulangan PMI (Kabupaten Mojokerto ada 19 orang). Meski tidak terlalu banyak, namun kita tetap harus waspada apalagi jika dekat dengan daerah industri yang banyak didatangi orang luar daerah. 

-Bersamaan dengan kedatangan PMI, kita harus waspada acara hajatan. Meski prokes, tidak menutup kemungkinan tamu-tamu yang datang dari luar daerah. Semua kegiatan yang memicu massa, harus mendapat izin satgas Covid-19. 

-Jika reaktif tanpa gejala, bisa isolasi mandiri di rumah dengan syarat ketat (harus ada kamar mandi pribadi yang tidak campur dengan anggota keluarga sehat), serta dikawal dengan pengawasan ketat tim satgas. Jika rumah tidak memungkinkan syarat tersebut, isolasi lebih baik dilakukan pihak desa. 

-PMI yang tidak melewati pemeriksaan kedatangan luar negeri di bandara, harus diwaspadai. Misal dari Singapura, naik kapal ke Batam, lalu masuk ke Jawa.